CIS Cirebon Raih Adiwiyata Nasional, 65 Persen Lahannya Jadi Ruang Hijau

CIREBON
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBONMETROPOLITAN.COM – CIS Cirebon Raih Adiwiyata Nasional, 65 Persen Lahannya Jadi Ruang Hijau | Cirebon Islamic School (CIS) kembali mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat nasional. Sekolah tersebut berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2025.
Penghargaan itu kembali diserahkan kepada CIS dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon yang berlangsung pada 17 Agustus 2026.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Cirebon atas pencapaian CIS dalam bidang lingkungan hidup.
“Pemberian ulang atau penyerahan ulang untuk kota diserahkan oleh Wali Kota saat upacara 17 Agustusan sebagai penghargaan kepada CIS,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Madani Cirebon sekaligus pendiri CIS, Dede Muharam, kepada wartawan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dede mengungkapkan rasa syukur karena sekolah swasta yang didirikannya mampu mencapai prestasi hingga tingkat nasional.
“Kami senang dan bersyukur dengan Adiwiyata. Tapi ada atau tidak ada Adiwiyata, kami memang sudah mendesain agar sekolah ini menjadi sekolah yang asri,” ujarnya.
Menurut Dede, konsep sekolah yang ramah terhadap lingkungan memang telah menjadi bagian dari visi CIS sejak awal berdiri.
Atas dasar itu, pembangunan sekolah tidak semata-mata berfokus pada gedung dan fasilitas pendidikan. CIS juga berupaya mempertahankan ekosistem alam yang telah ada di lingkungan sekolah.
Pohon-pohon yang sudah tumbuh tetap dipertahankan, sementara berbagai vegetasi baru terus ditambahkan. Pohon mangga dan beragam jenis tanaman lainnya ditanam untuk menciptakan suasana sekolah yang sejuk, bersih, nyaman, sekaligus asri.
“Khususnya pohon-pohon mangga dan pohon-pohon lainnya itu kami tambah, sehingga rasa asri, nyaman, sejuk, bersih, itu yang kami lakukan terus,” katanya.
Komitmen terhadap lingkungan tersebut tercermin dari cara CIS memanfaatkan lahan sekolah. Sekitar 65 persen dari total luas lahan dialokasikan untuk area penghijauan.
Proporsi tersebut menjadi salah satu keunggulan CIS, terutama karena sekolah berada di kawasan perkotaan yang identik dengan keterbatasan ruang terbuka hijau.
Dede menjelaskan, keberadaan pepohonan di lingkungan sekolah bukan hanya berfungsi sebagai elemen penghias. Vegetasi juga berperan sebagai penghasil oksigen dan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.
“Alhamdulillah, bukan lagi menata pohon-pohon yang lama, tetapi juga menambah menjadi jantung dan paru-parunya anak-anak, menjadi kesehatan buat anak-anak,” ungkapnya.
Area hijau di CIS juga dilengkapi dengan kolam ikan dan berbagai tanaman bunga. Perpaduan antara pepohonan, tanaman, dan kolam tersebut membuat lingkungan sekolah tidak hanya terlihat hijau, tetapi juga membentuk ekosistem kecil yang menunjang kenyamanan seluruh warga sekolah.
“Sudah beberapa tahun ini anak-anak betah berada di sekolah. Orang tuanya nunggu sampai jam lima lebih, anaknya masih ingin main di sekolah,” tambahnya.
Meski telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, CIS tidak ingin menjadikan capaian tersebut sebagai titik akhir.
Dede mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sekolah untuk mengikuti penilaian pada jenjang yang lebih tinggi, hingga tingkat ASEAN.
Menurutnya, salah satu tantangan utama sekolah yang berada di wilayah perkotaan adalah keterbatasan lahan untuk menghadirkan ruang terbuka hijau.
Karena itu, menurut Dede, lingkungan pendidikan tidak seharusnya hanya menyediakan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran. Sekolah juga perlu menghadirkan ruang terbuka yang sehat dan nyaman bagi para siswa.
“Kalau pagi hari itu kita bisa mendengarkan kicauan burung, dan itu susah di Kota Cirebon,” ujar Dede. (CB-005)
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN




