Pelantikan FOR SANTRI Ciayumajakuning Perkuat Peran Santri sebagai Penggerak Ekonomi Umat

CIREBON
CIREBONMETROPOLITAN.COM – Pelantikan FOR SANTRI Ciayumajakuning Perkuat Peran Santri sebagai Penggerak Ekonomi Umat | Forum Silaturahmi Kyai dan Santri (FOR SANTRI) Indonesia terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelantikan dan Pengukuhan Koordinator Daerah (Korda) serta Koordinator Kecamatan (Korcam) FOR SANTRI wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. Kegiatan berlangsung di Cirebon pada Sabtu (2/8/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum FOR SANTRI Indonesia KH. Ir. Abdul Fatah Ifanda, M.M., Ketua MUI Kota Cirebon Dr. KH. Samsudin, M.Ag., Wakil Bupati Kabupaten Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Pembina FOR SANTRI KH. Abdul Muiz, Ketua Koordinator Wilayah FOR SANTRI Jawa Barat KH. H. Muhammad Dian Hafi, beserta para ulama, tokoh agama, jajaran pengurus, dan ratusan santri dari berbagai wilayah di Ciayumajakuning.
Pelantikan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi. Momen tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi FOR SANTRI sebagai wadah yang berperan aktif dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk membangun jaringan yang solid serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FOR SANTRI Indonesia, KH. Ir. Abdul Fatah Ifanda, M.M., menegaskan bahwa santri memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan agar tidak hanya unggul dalam pemahaman ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
> “Santri harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian ekonomi adalah bagian dari ikhtiar membangun umat yang kuat. Pesantren telah melahirkan generasi yang berakhlak, kini saatnya santri juga menjadi pelaku usaha, inovator, dan penggerak ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap santri memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan, pelatihan keterampilan, serta penguatan jaringan usaha agar potensi tersebut berkembang menjadi sumber kesejahteraan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat secara luas.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam membangun ekosistem yang mampu melahirkan santri yang mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Wakil Bupati Kabupaten Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, memberikan apresiasi atas langkah FOR SANTRI yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki visi untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan para santri.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Cirebon, Dr. KH. Samsudin, M.Ag., mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjadikan amanah tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada umat. Menurutnya, organisasi akan berkembang apabila seluruh pengurus mampu menjaga persatuan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pelantikan Korda dan Korcam FOR SANTRI wilayah Ciayumajakuning diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat. Program-program tersebut mencakup pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM santri, pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, hingga pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru di lima daerah tersebut, FOR SANTRI optimistis dapat memperluas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, religius, serta memiliki daya saing di bidang ekonomi.
Melalui semangat “Santri Mandiri, Umat Sejahtera”, FOR SANTRI kembali menegaskan bahwa santri masa kini tidak hanya berperan sebagai pewaris ilmu para ulama, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan roda perekonomian bangsa. Ketika potensi setiap santri diberdayakan secara optimal, akan lahir generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menjadi fondasi bagi Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







