Info Terkini
light_mode
Beranda » OPINI » Akademisi Soroti Optimalisasi PAD Kabupaten Cirebon, Minta Reformasi Tata Kelola Tidak Sekadar Wacana

Akademisi Soroti Optimalisasi PAD Kabupaten Cirebon, Minta Reformasi Tata Kelola Tidak Sekadar Wacana

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Akademisi Soroti Optimalisasi PAD Kabupaten Cirebon, Minta Reformasi Tata Kelola Tidak Sekadar Akademisi Soroti Optimalisasi PAD Kabupaten Cirebon, Minta Reformasi Tata Kelola Tidak Sekadar Wacana | Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai tidak boleh hanya menjadi agenda rutin yang selalu muncul dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Kabupaten Cirebon didorong melakukan langkah konkret melalui reformasi tata kelola pendapatan agar target peningkatan PAD benar-benar dapat diwujudkan. Selasa (4/8/2026).

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr. Deni Yusuf Permana, S.H., M.H., mengatakan Kabupaten Cirebon memiliki berbagai potensi ekonomi yang layak dioptimalkan.

banner 336x280

Potensi tersebut mencakup sektor industri, perdagangan, pariwisata, pertanian, jasa, pajak daerah, retribusi, hingga pengelolaan aset milik pemerintah daerah.

Menurutnya, apabila setiap tahun pemerintah hanya mengedepankan kebijakan efisiensi anggaran tanpa menghadirkan inovasi untuk memperluas sumber-sumber pendapatan, maka tujuan membangun kemandirian fiskal akan sulit tercapai.

“Efisiensi memang penting untuk mengendalikan belanja, tetapi tidak akan otomatis meningkatkan pendapatan daerah.

Yang dibutuhkan adalah strategi nyata untuk menggali potensi PAD baru agar daerah memiliki kemampuan fiskal yang lebih kuat,” ujarnya.

Deni menjelaskan, secara regulasi pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang memadai untuk mengoptimalkan PAD. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Ia menilai, persoalan utama bukan terletak pada minimnya regulasi, melainkan pada implementasi kebijakan yang belum mampu mendorong pertumbuhan pendapatan secara signifikan.

“Kalau perangkat hukumnya sudah tersedia, maka yang harus dievaluasi adalah kepemimpinan, manajemen, dan tata kelola pendapatan daerah. Jangan sampai target PAD setiap tahun hanya meningkat di atas dokumen, tetapi tanpa strategi yang jelas untuk mencapainya,” katanya.

Lebih lanjut, Deni berpandangan pemerintah daerah seharusnya memiliki peta jalan (road map) peningkatan PAD yang terukur, lengkap dengan target tahunan, sektor prioritas, indikator kinerja, serta mekanisme evaluasi yang terbuka kepada masyarakat.
Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting agar publik dapat mengetahui sektor mana yang memiliki potensi terbesar, sejauh mana kebocoran penerimaan berhasil ditekan, bagaimana optimalisasi aset daerah dilakukan, hingga efektivitas penerapan sistem digital dalam penerimaan daerah.

“Publik berhak mengetahui perkembangan itu. Akuntabilitas akan menjadi ukuran apakah kebijakan peningkatan PAD benar-benar berjalan atau hanya menjadi target administratif setiap tahun,” ungkapnya.

Sebagai langkah strategis, Deni mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD yang melibatkan Badan Pendapatan Daerah, BPKAD, Inspektorat, aparat penegak hukum, akademisi, pelaku usaha, serta unsur pengawasan.

Satgas tersebut, menurutnya, dapat berperan memetakan potensi pendapatan berbasis data, menutup celah kebocoran penerimaan, mempercepat digitalisasi sistem, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset milik daerah.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan prinsip good governance dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang menekankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan publik.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar penambahan target PAD setiap tahun, tetapi keberanian mengambil kebijakan yang menghasilkan peningkatan pendapatan secara nyata. Kabupaten Cirebon memiliki potensi ekonomi yang besar, tinggal bagaimana kemauan politik dan kapasitas birokrasi mampu mengelolanya secara optimal,” tegasnya.

Deni menambahkan, keberhasilan pemerintah daerah pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya rencana ataupun slogan mengenai peningkatan PAD, melainkan dari kemampuan menghadirkan pertumbuhan pendapatan daerah yang berkelanjutan. Semakin kuat PAD, semakin kecil ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat, sehingga kemandirian fiskal daerah dapat benar-benar terwujud sesuai semangat otonomi daerah.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • cirebon-knpi1

    Sambut HUT Kemerdekaan, KNPI Gelar Turnamen Futsal Tingkat SD

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Sambut HUT Kemerdekaan, KNPI Gelar Turnamen Futsal Tingkat SD | Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, KNPI Kota Cirebon melalui DPK KNPI Kesambi menggelar turnamen futsal Piala Pemuda tingkat SD se-Kecamatan Kesambi Kota Cirebon di GOR Bima. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dispora Andi Wibowo SSos MSi dan jajarannya, Ketua DPD KNPI […]

  • cirebon-koperasi

    Musda Dekopinda Kota Cirebon Jadi Momentum Evaluasi Konsolidasi

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Musda Dekopinda Kota Cirebon 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Konsolidasi Koperasi | Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2025 dengan tema “Bersama Koperasi Membangun Kemandirian Ekonomi Anggota dan Masyarakat Kota Cirebon”, Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi koperasi sekaligus memperkuat konsolidasi […]

  • cirebon-metropolitan

    Pengabdian Masyarakat Dosen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersama Panti Gramesia dengan Pemberian Terapi Psikoreligius untuk Mengontrol Halusinasi

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Pengabdian Masyarakat Dosen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersama Panti Gramesia dengan Pemberian Terapi Psikoreligius untuk Mengontrol Halusinasi – Peningkatan angka gangguan jiwa berat di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai 7 per 1.000 penduduk mengalami peningkatan dibanding Riskesdas 2013 sebesar 1,7 per 1.000 […]

  • cirebon-ramadan

    Wali Kota Cirebon Dorong Kolaborasi Kepedulian Sosial: Lentera Ramadan 2026

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Wali Kota Cirebon Dorong Kolaborasi Kepedulian Sosial: Lentera Ramadan 2026 | Di tengah gemerlap waktu menjelang berbuka puasa pada akhir Februari lalu, Swiss-Belhotel Cirebon menjadi saksi sebuah momentum yang lebih dari sekadar acara sosial. Bukan hanya suasana ruang penuh hiasan dan kursi tersusun rapi, tetapi gema tawa dan harapan tampak dari ratusan anak […]

  • Stok Beras Bulog Cirebon Dipastikan Aman hingga Idul Fitri 2026

    Stok Beras Bulog Cirebon Dipastikan Aman hingga Idul Fitri 2026

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Stok Beras Bulog Cirebon Dipastikan Aman hingga Idul Fitri 2026 | Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan beras di wilayah Cirebon dan sekitarnya dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Hingga akhir Desember 2025, stok beras yang tersimpan di gudang […]

  • cirebon-pdam

    Seleksi Dewas dan Direksi Perumda Tirta Jati Diminta Transparan dan Bebas Dugaan Titipan

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Seleksi Dewas dan Direksi Perumda Tirta Jati Diminta Transparan dan Bebas Dugaan Titipan | Proses seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas dan Calon Anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon memasuki tahapan penting setelah Panitia Seleksi mengumumkan hasil seleksi administrasi. Tahapan selanjutnya berupa Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) dinilai […]

expand_less