Breaking News
light_mode
Beranda » WISATA » Kota Cirebon Raih Penghargaan Kampung Wisata Proklim Terbaik Jawa Barat 2025

Kota Cirebon Raih Penghargaan Kampung Wisata Proklim Terbaik Jawa Barat 2025

  • visibility 113
banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Kota Cirebon Raih Penghargaan Kampung Wisata Proklim Terbaik Jawa Barat 2025 | Pemerintah Kota Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan sebagai Kampung Wisata Proklim – Desa Wisata Terbaik dalam program Gapura Sapta Pesona (Gerakan Penataan dan Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata). Prestasi ini bukan sekadar simbol pengakuan seremonial, namun menjadi bukti nyata atas keseriusan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dalam kegiatan Rapat Koordinasi TPPPS Provinsi Jawa Barat dan Aksi Stunting Award Tahun 2025. Acara tersebut digelar di Bale Asri PUSDAI Jawa Barat, Kota Bandung, pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BKKBN Jawa Barat serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, lembaga mitra, dan unsur masyarakat sipil yang fokus pada isu pembangunan keluarga, kesehatan, dan sektor pariwisata.

banner 336x280

Melalui rakor tersebut, pemerintah provinsi kembali menegaskan pentingnya intervensi tepat sasaran bagi keluarga dan individu yang menjadi target program TPPPS. Penanganan stunting dipandang sebagai isu multidimensi yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. Oleh sebab itu, diperlukan konvergensi antara pemerintah daerah, lembaga, swasta, dan masyarakat untuk memastikan upaya pencegahan stunting berjalan lebih efektif dan merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dalam konteks inilah, pendekatan pembangunan yang menyeluruh menjadi sangat penting. Pemerintah provinsi menyoroti bahwa isu stunting tidak hanya terkait dengan aspek gizi atau kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, pola hidup keluarga, serta kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi daerah. Maka dari itu, sektor pariwisata—khususnya desa wisata—dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program kampung wisata yang dikelola dengan baik dinilai dapat memberikan dampak positif pada ekonomi warga, membuka akses pendidikan informal, hingga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Keterkaitan antara program pencegahan stunting dan pengelolaan desa wisata kini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian. Desa wisata yang mampu memberdayakan masyarakat, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mendorong pola hidup sehat dinilai lebih layak menjadi percontohan bagi daerah lain. Oleh sebab itu, keberhasilan Kota Cirebon meraih penghargaan ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dilakukan secara parsial, melainkan saling terintegrasi antara satu sektor dengan sektor lain.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. “Alhamdulillah, penilaian ini tidak hanya melihat aspek pariwisata, tetapi juga bagaimana desa wisata mampu memberdayakan masyarakat, termasuk dalam edukasi dan penanganan stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep Kampung Wisata Proklim yang dikembangkan oleh Kota Cirebon mengusung isu lingkungan hidup dan keberagaman sebagai fondasi utama. Salah satu kawasan yang menjadi contoh nyata adalah Kampung Keberagaman Merbabu Asih, sebuah wilayah yang unik karena mencerminkan harmonisasi kehidupan masyarakat dengan latar belakang agama yang beragam. Di kampung tersebut dapat ditemukan masjid, gereja, hingga pura yang berdampingan secara damai dan saling menghormati. Nilai toleransi ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperkuat identitas kampung wisata sebagai ruang inklusif bagi semua kalangan.

“Isu ramah lingkungan dan keberagaman menjadi kekuatan utama kampung wisata ini, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, indah, dan inklusif bagi masyarakat sekitar,” tutur Wakil Wali Kota. Program kampung wisata tersebut juga mendorong masyarakat untuk mengelola lingkungan dengan bijak, seperti pengelolaan sampah berbasis komunitas, penghijauan, pemanfaatan ruang terbuka hijau, hingga edukasi mengenai mitigasi perubahan iklim bagi anak-anak dan keluarga.

Selain itu, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja kolaboratif berbagai pihak. Pemerintah Kota Cirebon bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, perangkat daerah terkait, hingga kelompok masyarakat telah bekerja keras sepanjang proses penilaian. Pendampingan yang dilakukan bukan hanya berorientasi pada persyaratan administratif, tetapi juga pada pembinaan langsung kepada warga agar benar-benar memahami konsep wisata berkelanjutan dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkot Cirebon menegaskan bahwa setiap kampung wisata yang dikembangkan selalu melibatkan masyarakat secara penuh, mulai dari tahap perencanaan, pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga pengelolaan kegiatan wisata di lapangan. Dengan cara ini, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah atau pengelola, tetapi juga oleh seluruh warga yang terlibat. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga membuka ruang kreativitas bagi warga untuk mengembangkan produk lokal, seni budaya, dan berbagai kegiatan edukasi bagi wisatawan.

Penghargaan yang diterima Kota Cirebon pada tahun 2025 ini menegaskan bahwa pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat. Sektor kesehatan, pariwisata, dan pemberdayaan sosial tidak berdiri sendiri, tetapi bergerak berdampingan secara terpadu. Kota Cirebon menunjukkan bahwa destinasi wisata tidak hanya dinilai dari keindahan tempatnya, tetapi juga dari nilai keberlanjutan, kesehatan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Lebih dari sekadar destinasi, kampung wisata Proklim di Kota Cirebon diharapkan menjadi ruang belajar bersama. Masyarakat dapat memperkuat ketahanan keluarga, memperluas pengetahuan lingkungan, serta menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah daerah juga berharap bahwa model pengelolaan kampung wisata seperti ini dapat direplikasi di berbagai kampung lain di Cirebon maupun di wilayah Jawa Barat pada umumnya.

Dengan komitmen berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Cirebon optimistis dapat terus berkembang menjadi kota yang sehat, ramah lingkungan, inklusif, dan semakin menarik sebagai tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • cirebon-hotel

    Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Set Menu Imlek 2026 Bernuansa Autentik

    • visibility 149
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Set Menu Imlek 2026 Bernuansa Autentik | Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Swiss-Belhotel Cirebon menghadirkan Set Menu Imlek spesial yang dirancang untuk merayakan kebersamaan dalam suasana hangat dan penuh makna. Mengusung konsep kuliner bercita rasa autentik, rangkaian menu ini menjadi pilihan ideal untuk perayaan bersama keluarga, kerabat, maupun rekan […]

  • CIREBON

    Pemkot Cirebon Gencarkan: Gemarikan dan Restocking Perairan untuk Tingkatkan Gizi dan Kelestarian Lingkungan

    • visibility 95
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Pemkot Cirebon Gencarkan: Gemarikan dan Restocking Perairan untuk Tingkatkan Gizi dan Kelestarian Lingkungan | Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam perairan. Upaya ini diwujudkan melalui dua program strategis, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan kegiatan restocking atau penebaran benih […]

  • cirebon-koperasi

    Musda Dekopinda Kota Cirebon Jadi Momentum Evaluasi Konsolidasi

    • visibility 106
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Musda Dekopinda Kota Cirebon 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Konsolidasi Koperasi | Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2025 dengan tema “Bersama Koperasi Membangun Kemandirian Ekonomi Anggota dan Masyarakat Kota Cirebon”, Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi koperasi sekaligus memperkuat konsolidasi […]

  • cirebon-mudik

    Arus Balik di Tol Kanci-Pejagan Masih Padat, SMR Tekankan Disiplin Pengendara

    • visibility 66
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Arus Balik di Tol Kanci-Pejagan Masih Padat, SMR Tekankan Disiplin Pengendara | Kepadatan arus balik Lebaran 2026 masih terjadi di ruas Tol Kanci–Pejagan sepanjang yang memiliki panjang 35 kilometer. | Cirebon Pengelola tol, PT Semesta Marga Raya (SMR), menegaskan pentingnya peran disiplin pengendara dalam menjaga kelancaran lalu lintas, terutama di titik-titik rawan seperti […]

  • cirebon-rs-waled

    RSUD Waled Perkuat Tata Kelola BPJS, Benahi Administrasi dan Perluas Akses Layanan Pasien

    • visibility 53
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – RSUD Waled Perkuat Tata Kelola BPJS, Benahi Administrasi dan Perluas Akses Layanan Pasien | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Kab. Cirebon terus melakukan berbagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pelayanan berbasis BPJS Kesehatan. Upaya ini dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sekaligus meminimalisir kendala klaim yang selama ini terjadi, […]

  • CIREBON

    Antara Kasih Sayang dan Ketegasan: Refleksi Pemerhati Pendidikan atas Kasus Guru di Lebak

    • visibility 112
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN – Antara Kasih Sayang dan Ketegasan: Refleksi Pemerhati Pendidikan atas Kasus Guru di Lebak | Pemerhati pendidikan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Akmala Sabila, Dr. KH. Muhamad Habib Khaerussani, M.Pd., menyoroti peristiwa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempat viral karena seorang kepala sekolah menampar siswanya yang kedapatan merokok di area sekolah. Menurut […]

expand_less