Wali Kota Cirebon Dorong Kolaborasi Kepedulian Sosial: Lentera Ramadan 2026
- visibility 19

CIREBON
CIREBONMETROPOLITAN.COM – Wali Kota Cirebon Dorong Kolaborasi Kepedulian Sosial: Lentera Ramadan 2026 | Di tengah gemerlap waktu menjelang berbuka puasa pada akhir Februari lalu, Swiss-Belhotel Cirebon menjadi saksi sebuah momentum yang lebih dari sekadar acara sosial. Bukan hanya suasana ruang penuh hiasan dan kursi tersusun rapi, tetapi gema tawa dan harapan tampak dari ratusan anak kecil yang duduk dengan mata penuh terang, menunggu saat penuh makna berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
Acara bertajuk Lentera Ramadan: Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim dan Dhuafa ini bukan sekadar seremoni tahunan yang lumrah di bulan Ramadan. Ia menjadi panggung kemanusiaan: saat jabatan publik berpadu dengan rasa kemanusiaan untuk menguatkan satu tujuan besar mengingatkan bahwa kebahagiaan paling hakiki ada dalam uluran tangan untuk sesama.

Momen Berbagi yang Melampaui Ritual : Sabtu, 28 Februari 2026, ratusan anak yatim dan dhuafa berkumpul bersama orang dewasa yang tak hanya hadir sebagai panitia, tetapi sebagai keluarga besar yang ingin memastikan setiap wajah kecil di ruangan itu merasa dicintai dan diperhatikan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian di bulan yang suci.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang didampingi Ketua TP PKK Noviyanti Edo, tampak berbicara langsung dari panggung. Dengan nada tulus dan penuh kehangatan, dia mengajak anak-anak untuk memahami arti kebahagiaan bukan dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan dari seberapa banyak hati yang kita sentuh dengan kebaikan.
“Hari ini, melalui acara Lentera Ramadan, saya diingatkan kembali tentang arti kebahagiaan dalam konteks yang lain. Kebahagiaan dapat hadir pada ketenangan saat kita bisa bersimpuh, bersilaturahmi, dan berbagi tawa dengan anak-anak yang hari ini hadir,” ujar Edo kepada hadirin.
Pesan itu tidak hanya sekadar kata-kata puitis. Di dalamnya tersimpan harapan agar anak-anak ini melihat masa depan mereka sebagai peluang bukan keterbatasan. Ia menegaskan, pemerintah dan masyarakat adalah keluarga besar yang akan selalu mendukung langkah mereka untuk terus belajar, bermimpi, dan berkontribusi kelak.
Pusat Kebahagiaan: Ketika Santunan Jadi Harapan Baru
Acara tidak hanya dipenuhi dengan sambutan. Hadirnya Lentera Ramadan juga membawa rangkaian agenda penuh makna: pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir. Momen ini dipenuhi bacaan doa, nasihat penuh motivasi, serta suasana kebersamaan yang tulus.
Menurut laporan lokal, suasana itu benar-benar dipenuhi haru ketika anak-anak menerima santunan dan pesan inspiratif dari Wali Kota Cirebon sendiri. Meskipun hidup dalam keterbatasan, semangat mereka tetap menguat karena mengetahui bahwa banyak yang peduli dan mendukung mereka.
Kegiatan sosial seperti ini juga mempertegas tradisi Ramadan di Cirebon dan Indonesia secara umum: bukan hanya ajang berbagi paket santunan, tetapi momentum mempererat ukhuwah (persaudaraan) serta memperkuat tali kasih sayang antarsesama.
Lebih Luas dari Sekadar Acara : Momen Lentera Ramadan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di Kota Cirebon yang tidak terlepas dari semangat kolaborasi. Selama bulan Ramadan, berbagai organisasi masyarakat, komunitas lokal, dan pemangku kebijakan juga menyelenggarakan kegiatan sosial serupa, mulai dari pemberian takjil, buka puasa bersama, hingga pesantren kasih sayang untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Misalnya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon membagikan sebanyak 1.000 paket takjil kepada masyarakat di depan Balaikota Cirebon, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada umat Muslim yang berpuasa.
Begitu pula dengan Pesantren 1000 Cahaya Ramadan yang digelar mahasiswa UIN Siber Cirebon, menghadirkan kegiatan edukatif, spiritual, dan santunan bagi puluhan anak yatim dhuafa agar mereka merasakan kebersamaan dan pengalaman yang memperkaya suasana Ramadan.
Kolaborasi yang Menguatkan Rasa Kepedulian : Acara seperti Lentera Ramadan menggambarkan bahwa kolaborasi multilevel antara pemerintah kota, organisasi sosial, komunitas pemuda, dan sektor swasta merupakan elemen penting untuk memperkuat kepedulian sosial. Semua pihak secara kolektif turut serta menjadikan Ramadan bukan sekadar waktu ibadah pribadi, tetapi ruang masyarakat untuk saling memperhatikan.
Kegiatan ini bukan hanya menyentuh anak-anak yang membutuhkan bantuan, tetapi juga mengilhami setiap peserta dewasa untuk terus menjunjung nilai gotong royong. Ramadan telah menjadi pintu gerbang bagi kehidupan sosial yang lebih inklusif di mana seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan untuk menciptakan kebahagiaan bersama.
Menutup dengan Sinergi dan Harapan : Di penghujung acara, senyum anak-anak menjadi cerminan bahwa momen Ramadan ini lebih dari sekadar ritual religi ia adalah perayaan rasa kemanusiaan. Lentera Ramadan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menyinari hati dan harapan generasi muda untuk masa depan yang lebih cerah.
Melalui kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak, semangat berbagi di bulan penuh berkah ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi inspirasi bahwa kesejahteraan sosial tidak hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang relasi manusia yang saling menyemangati dan memaknai kebahagiaan bersama.
Baca Juga :
Menjaga Generasi, Melindungi Warga: Pesan Tegas KDM dalam Safari Ramadan di Kedungjaya
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







