Breaking News
light_mode
Beranda » WISATA » Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Penataan Jalur Pedestrian di Cirebon untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Penataan Jalur Pedestrian di Cirebon untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata

  • visibility 98
banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Penataan Jalur Pedestrian di Cirebon untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata | Kota Cirebon sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Barat, memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik dari sisi budaya, sejarah, kuliner, maupun arsitektur peninggalan masa lalu. Namun, untuk menjadikan Cirebon sebagai destinasi wisata unggulan, diperlukan pembenahan menyeluruh pada berbagai aspek infrastruktur kota. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penataan jalur pedestrian atau trotoar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kota Cirebon. Dalam sambutannya, KDM mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk segera melakukan penataan menyeluruh pada jalur pedestrian, jalan lingkungan, serta gang-gang permukiman agar lebih rapi, nyaman, dan tentunya menarik bagi wisatawan yang berkunjung.

banner 336x280

“Standarnya sebenarnya sederhana. Jalan-jalan harus dalam kondisi baik. Gang-gang kecil sebaiknya dipaving dan ditanami pepohonan agar terasa rindang dan sejuk. Jika jalannya mulus, trotoarnya artistik dan tertata dengan rapi, itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,” ujar KDM dengan penuh keyakinan.

Infrastruktur Berkualitas, Magnet Wisata Baru : Menurut KDM, infrastruktur kota yang tertata dengan baik akan membawa dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata. Jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan estetik bukan hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga menciptakan suasana kota yang ramah bagi pengunjung.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak harus selalu berskala besar. Penataan trotoar, pengecatan ulang fasilitas umum, pemasangan lampu jalan artistik, hingga penghijauan di area gang permukiman dapat menjadi langkah awal untuk membentuk identitas kota yang menarik.

“Saya sering melihat bagaimana kota-kota di luar negeri bisa menjadi tujuan wisata hanya karena mereka merawat gang-gang kecilnya, menjadikannya rapi dan artistik. Cirebon punya potensi serupa, bahkan bisa lebih hebat karena memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” tambah KDM.

Sinergi dengan Pemerintah Kota dan Transparansi Anggaran : Untuk mewujudkan visi tersebut, KDM menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon, khususnya Wali Kota Effendi Edo. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan mendorong pengalokasian anggaran daerah secara tepat sasaran, terutama untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

KDM juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan membuka informasi terkait pengeluaran dan alokasi dana kepada publik, diharapkan masyarakat dapat ikut mengawal dan memastikan dana pembangunan digunakan secara maksimal dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.

“Keterbukaan anggaran adalah kunci. Jika masyarakat tahu ke mana arah belanja daerah, saya yakin banyak alokasi yang bisa dimaksimalkan untuk membangun infrastruktur. Sebuah kota harus punya jalan-jalan yang mulus, trotoar yang tertata, dan lingkungan yang bersih agar menjadi tempat yang layak ditinggali dan dikunjungi,” tegasnya.

Penataan Sungai dan Isu Lingkungan : Selain infrastruktur jalan dan trotoar, KDM turut menyoroti pentingnya menjaga kebersihan daerah aliran sungai (DAS). Sungai-sungai yang melintasi kawasan permukiman di Cirebon harus dibersihkan dan dijaga agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan. Ia menyarankan agar pengelolaan sampah dilakukan secara lebih terorganisir, bahkan jika perlu, melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar.

“Sungai adalah wajah kota. Kalau sungainya bersih dan indah, maka kota itu akan terlihat sejuk dan sehat. Jangan sampai sungai dipenuhi sampah karena itu mencerminkan kita kurang memperhatikan lingkungan,” ucap KDM.

Ia pun mendorong program revitalisasi sungai yang melibatkan sektor swasta, komunitas lokal, dan sekolah-sekolah untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Budaya dalam Kehidupan Sehari-Hari : Di luar aspek fisik, KDM juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali identitas budaya dalam aktivitas keseharian masyarakat. Salah satu gagasan menarik yang ia sampaikan adalah penerapan penggunaan pakaian tradisional khas Cirebon, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan pedagang.

Ia menyarankan agar ada hari-hari tertentu di mana para pedagang mengenakan busana tradisional Cirebon sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus cara untuk memperkuat identitas lokal di mata wisatawan.

“Pedagang harus ditata dengan baik dan punya ciri khas. Misalnya, pada hari tertentu mereka bisa mengenakan baju tradisional Cirebon, baik laki-laki maupun perempuan. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Menurutnya, cara ini bukan hanya mempertahankan warisan budaya, tapi juga menjadi sarana promosi budaya Cirebon secara tidak langsung kepada para wisatawan yang datang.

Komitmen Pemerintah Kota : Menanggapi pernyataan KDM, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan dukungannya dan menyambut baik ajakan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat dan daya tarik wisata.

Dalam pidatonya, Effendi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk membangun kota yang tangguh terhadap tantangan zaman, terutama yang berkaitan dengan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

“Bagian dari komitmen kami adalah membangun kota yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim. Hal itu hanya bisa dicapai dengan pembangunan yang berkelanjutan dan memperhatikan ekosistem secara menyeluruh,” ungkapnya.

Effendi juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya. Hal ini dilakukan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai peningkatan kualitas hidup warga.

“Kami akan menjadikan peningkatan infrastruktur sebagai prioritas utama. Kebijakan yang kami ambil harus berpihak pada kesejahteraan warga dan memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Dorongan dari Gubernur Dedi Mulyadi bukan hanya sebagai peringatan dalam momen ulang tahun Kota Cirebon, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kota yang memiliki sejarah panjang seperti Cirebon harus terus bergerak maju. Penataan pedestrian, gang permukiman, dan lingkungan sungai adalah bentuk perhatian terhadap hal-hal kecil yang berdampak besar.

Dengan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cirebon, serta dukungan penuh masyarakat, Cirebon memiliki peluang besar untuk menjelma menjadi kota wisata budaya yang menarik, nyaman, dan membanggakan. Kolaborasi lintas sektor, transparansi anggaran, serta pelibatan warga dalam menjaga kotanya menjadi fondasi kuat untuk menghadapi masa depan.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • cirebon-metropolitan

    Jadi yang Terbaik di Cirebon, Siswa SMP Muhammadiyah 2 lolos Ajang MHQ Jawa Barat

    • visibility 175
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Jadi yang Terbaik di Cirebon, Siswa SMP Muhammadiyah 2 lolos Ajang MHQ Jawa Barat – Senyum bangga terukir dari seluruh civitas SMP Muhammadiyah 2 Cirebon. Pasalnya, salah satu peserta didiknya yang bernama Ahmad Yahya menorehkan prestasi yang membanggakan dengan berhasil meraih Juara 1 PENTAS PAI dalam Cabang Lomba MHQ PUTRA Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun […]

  • cirebon-menbud

    Kunjungan Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman Budaya

    • visibility 440
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Kunjungan Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman Budaya | Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon dan Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Cirebon. Sabtu (4/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya penguatan ekosistem kebudayaan daerah dan percepatan transformasi infrastruktur budaya berbasis […]

  • Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur

    Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur

    • visibility 58
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur | Pemantauan hilal penentu awal Ramadan 1447 Hijriah di pesisir Pantai Baro Gebang, Kabupaten Cirebon, Selasa (17/2/2026), menunjukkan hasil nihil… Secara astronomis, posisi bulan sabit muda berada di bawah ufuk barat, sehingga mustahil terlihat saat matahari terbenam. Kepala Badan Hisab Rukyat […]

  • cirebon-timur

    Upaya Pemekaran CDOB Cirebon Timur Tunjukkan Progres Positif, FCTM Bahas Rencana Pembangunan Tugu Titik Nol

    • visibility 30
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Upaya Pemekaran CDOB Cirebon Timur Tunjukkan Progres Positif, FCTM Bahas Rencana Pembangunan Tugu Titik Nol | Upaya pemekaran wilayah melalui pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Cirebon Timur (Cirtim) terus menunjukkan progres positif. Hal tersebut terungkap dalam rapat persiapan agenda halal bihalal dan konsolidasi Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM). Ketua FCTM, KH Taufikurahman […]

  • CIREBON

    MTN Seni dan Budaya Gandeng FKSM, Perkuat Ekosistem Talenta Muda di Cirebon

    • visibility 96
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – MTN Seni dan Budaya Gandeng FKSM, Perkuat Ekosistem Talenta Muda di Cirebon | Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni dan Budaya terus memperluas langkahnya dalam memperkuat ekosistem seni di Indonesia. Kali ini, MTN berkolaborasi dengan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) untuk menghadirkan kegiatan seni bertajuk “MTN Ikon Inspirasi”, yang akan berlangsung di Kompleks […]

  • cirebon

    KNPI Kesambi Berkolaborasi, Hujan Tak Menjadi Alasan Untuk Berbagi Kebahagiaan Bulan Ramadhan

    • visibility 151
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – KNPI Kesambi Berkolaborasi, Hujan Tak Menjadi Alasan Untuk Berbagi Kebahagiaan Bulan Ramadhan | Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Kecamatan Kesambi berkolaborasi bersama Pengurus Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Kesambi dan Satuan Bakti Serba Guna Karang Taruna (GARDA SAKTI SEKATA) Kota Cirebon menggelar Bakti Sosial dan Buka Bersama di […]

expand_less