Arus Balik di Tol Kanci-Pejagan Masih Padat, SMR Tekankan Disiplin Pengendara
- visibility 14

CIREBON
CIREBONMETROPOLITAN.COM – Arus Balik di Tol Kanci-Pejagan Masih Padat, SMR Tekankan Disiplin Pengendara | Kepadatan arus balik Lebaran 2026 masih terjadi di ruas Tol Kanci–Pejagan sepanjang yang memiliki panjang 35 kilometer. | Cirebon
Pengelola tol, PT Semesta Marga Raya (SMR), menegaskan pentingnya peran disiplin pengendara dalam menjaga kelancaran lalu lintas, terutama di titik-titik rawan seperti rest area.
Seperti yang diungkapkan Direktur PT. SMR Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), Tri Yuharlina, mengatakan bahwa kepadatan kendaraan yang terjadi saat ini bukan semata karena lonjakan volume, tetapi juga dipicu oleh perilaku pengendara yang kurang tertib.

“Penumpukan kendaraan banyak terjadi di rest area karena itu menjadi titik lelah pengendara. Namun, kami juga melihat masih ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan, yang justru memperparah kepadatan,” ujarnya saat pemantauan di pintu Tol Pejagan–Kanci, Kamis (26/3/2026).
SMR secara tegas mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar tidak menggunakan bahu jalan untuk berhenti maupun melaju cepat. Bahu jalan, kata dia, hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat.
“Kami minta pengendara tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Ini penting karena selain menghambat arus, juga sangat berbahaya bagi keselamatan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pengendara agar memanfaatkan rest area secara bijak dengan membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit.
Pihak pengelola telah berkoordinasi dengan pengelola rest area untuk menyediakan layanan makanan cepat saji agar pengendara tidak berlama-lama.
“Kami sudah siapkan skema agar perputaran kendaraan di rest area lebih cepat, termasuk pengaturan parkir. Jadi kami harap pengendara bisa bekerja sama,” katanya.
Untuk mengurai kepadatan, SMR juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengaturan lalu lintas, termasuk kemungkinan penerapan sistem satu arah (one way) jika kondisi memenuhi kriteria.
“Jika volume kendaraan mencapai 4.000 kendaraan per jam selama tiga jam berturut-turut, maka one way bisa diberlakukan. Namun, saat ini masih dalam pemantauan dan kemungkinan dilakukan secara sepenggal sesuai arahan kepolisian,” jelas Tri.
Lebih jauh, SMR menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan arus balik. Pengendara diminta tidak mengulangi kesalahan yang dapat memicu kecelakaan, seperti penggunaan bahu jalan untuk menyalip.
“Kami tidak ingin kejadian kecelakaan seperti di KM 291 terulang. Itu menjadi pelajaran bahwa ketidakdisiplinan di jalan bisa berakibat fatal,” ungkapnya.
Melalui berbagai imbauan yang disampaikan lewat spanduk dan media lain, SMR berharap masyarakat dapat lebih sadar dan patuh terhadap aturan. Dengan begitu, arus balik Lebaran tidak hanya lancar, tetapi juga aman bagi seluruh pengguna jalan.
Baca Juga :
Arus Balik Membludak, Rest Area Cipali Terapkan Buka-Tutup
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







