Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari
- visibility 29

cirebon
CIREBONMETROPOLITAN.COM – Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari | Seorang mantan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan yang juga merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gedongan, Kabupaten Cirebon, kini berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di Desa Gagasari, Gebang, wilayah yang berbatasan langsung dengan lingkungan Ponpes Gedongan, Cirebon.
Rudi Ardianto, pemilik usaha peternakan tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya telah mengelola dua kandang ayam broiler. Setiap kandang berkapasitas sekitar 10 ribu ekor ayam.
Dengan skema budidaya yang dijalankannya, Rudi mampu melakukan panen secara rutin setiap bulan melalui kerja sama kemitraan dengan perusahaan Japfa.
“Dalam satu siklus panen, dua kandang ini bisa menghasilkan hingga 20 ribu ekor ayam. Kalau dihitung, omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp40 juta dalam sekali panen,” ujar Rudi, yang juga merupakan mantan santri Ponpes Buntet. Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, usaha peternakan ayam broiler tersebut telah dirintis selama beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2018. Namun, perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan mulus.
Rudi mengakui bahwa dalam praktiknya, usaha ternak ayam broiler kerap mengalami pasang surut dan berbagai kendala, mulai dari faktor teknis pemeliharaan hingga kondisi usaha yang fluktuatif.
“Usaha ini sudah beberapa tahun saya jalani. Naik turunnya luar biasa, dan beberapa kali juga sempat mengalami kendala. Tapi alhamdulillah, sekarang bisa dikatakan sudah mulai membuahkan hasil. Dari awalnya saya hanya ternak 200 ekor, hingga alhamdulillah sudah 20 ribu ekor sekarang,” katanya.
Selain peternakan ayam broiler, dirinya juga mengaku sempat membuka usaha kedai kopi di tahun yang sama, memanfaatkan lahan sawah. Namun, karena terdampak corona, akhirnya tutup.
“Iya, dulu juga saya, menggandeng pemuda sekitar sempat membuka kedai kopi di tahun 2029. Tapi karena dampak pandemi tahun 2023, akhirnya tutup. Dan sekarang, hanya mengandalkan peternakan ayam,” katanya.
Jerih payah dan ketekunan Rudi selama beberapa tahun dalam bidang usaha, akhirnya membuahkan hasil positif.
Meski demikian, ia mengaku masih mempertanyakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, terhadap pelaku usaha peternakan mandiri seperti dirinya.
Rudi menuturkan, dirinya sudah beberapa kali ditawari berbagai program dari pemerintah daerah hingga pusat.
Bahkan, tawaran tersebut sempat disampaikan dalam momentum kunjungan seorang menteri ke Ponpes Gedongan beberapa bulan lalu.
Namun hingga kini, saat dikonfirmasi terkait realisasi bantuan atau bentuk apresiasi tersebut, Rudi mengaku belum pernah menerimanya.
“Kalau ada program pemerintah ya syukur, kalau tidak ya sudah saja. Lagi pula sekarang alhamdulillah usaha ternak saya berjalan. Meskipun sudah beberapa kali dijanjikan program pemerintah,” ucapnya.
Saat ini, Rudi memilih untuk tetap fokus mengembangkan usaha peternakan ayam broiler yang telah dirintisnya. Ia berharap, usahanya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, baik bagi dirinya secara pribadi maupun bagi masyarakat sekitar.
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







