Info Terkini
light_mode
Beranda » BIROKRASI » Tekan Angka Stunting, Pemkot Cirebon Perkuat Peran Posyandu hingga Puskesmas

Tekan Angka Stunting, Pemkot Cirebon Perkuat Peran Posyandu hingga Puskesmas

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Tekan Angka Stunting, Pemkot Cirebon Perkuat Peran Posyandu hingga Puskesmas | Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat evaluasi terhadap berbagai upaya penurunan stunting. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada keluarga dan anak yang membutuhkan.

Hal tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Bapperida Kota Cirebon, Kamis (13/8/2026).

banner 336x280

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menilai stunting tidak tepat jika hanya dilihat sebagai persoalan pertumbuhan fisik anak. Menurutnya, masalah tersebut memiliki kaitan erat dengan kualitas generasi Kota Cirebon pada masa mendatang. Karena itu, penanganannya membutuhkan perhatian dan keterlibatan dari berbagai unsur.

“Stunting bukan sekadar urusan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Lebih dari itu, ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas, kecerdasan, dan produktivitas generasi Kota Cirebon di masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya mengatasi stunting tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada terlaksananya berbagai kegiatan. Diperlukan sinergi yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan antara perangkat daerah, fasilitas kesehatan, kecamatan, kelurahan, kader, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Menurut Wakil Wali Kota, rapat koordinasi TPPS juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang Semester I Tahun 2026. Selain melihat capaian, evaluasi tersebut sekaligus dilakukan untuk menemukan berbagai kendala yang masih terjadi di lapangan.

Pemkot Cirebon telah menetapkan target prevalensi stunting pada 2026 sebesar 13,05 persen.

“Untuk mengamankan target 13,05 persen di tahun ini, kita tidak bisa bekerja dengan cara-cara biasa,” lanjutnya.

Dalam penanganan stunting, terdapat empat hal utama yang menjadi perhatian. Pertama, memastikan intervensi diberikan secara tepat sasaran, khususnya kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta balita yang memiliki risiko mengalami stunting.

Kedua, memastikan data terus diperbarui sehingga setiap kebijakan dan program yang disusun benar-benar berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota meminta optimalisasi peran posyandu, kader, puskesmas, hingga pemerintah kelurahan sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan pendampingan keluarga.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Sebab, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut sanitasi, ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, hingga pola asuh anak.

“Kolaborasi harus menjadi kerja nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program penanganan stunting tidak cukup diukur berdasarkan jumlah kegiatan yang terlaksana maupun besarnya anggaran yang terserap. Indikator utama harus melihat seberapa besar program dan anggaran tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam menekan angka stunting.

“Setiap anak di Kota Cirebon berhak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan terbaik untuk meraih masa depan. Tugas kita adalah menjamin hak tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cirebon, Sutikno, mengungkapkan hasil pemantauan pertumbuhan balita yang dilakukan secara rutin setiap bulan di posyandu.

Data tersebut kemudian diolah melalui aplikasi SIGizi Kesga. Berdasarkan hasil pemantauan, prevalensi stunting Kota Cirebon pada Semester I Tahun 2026 tercatat sebesar 14,13 persen.

Angka tersebut masih menjadi perhatian karena berada di atas target nasional. Sutikno menilai kondisi itu menunjukkan bahwa diperlukan penguatan kolaborasi sekaligus percepatan pada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan stunting.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Sutikno menjelaskan bahwa ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas yang menyediakan layanan secara gratis.

Pemeriksaan selama masa kehamilan harus dilakukan secara berkala, dengan minimal enam kali kunjungan sesuai ketentuan pelayanan yang disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.

“Angka ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Salah satu yang harus kita lakukan adalah bagaimana ibu-ibu hamil bisa memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan, baik yang ada di puskesmas,” jelas Sutikno.

Selain pemeriksaan kehamilan, imunisasi juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah stunting. Terlebih pada Agustus ini tengah berlangsung Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Sutikno mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk ikut memperkuat edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, kesadaran orang tua diharapkan semakin meningkat sehingga anak-anak dapat memperoleh imunisasi dasar secara lengkap.

Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah memastikan seluruh sasaran rutin datang ke posyandu. Pemantauan pertumbuhan secara berkala diperlukan agar kondisi balita dapat diketahui sejak dini.

Dengan pemantauan tersebut, apabila ditemukan gangguan atau persoalan dalam pertumbuhan anak, langkah intervensi dapat segera dilakukan.

Sutikno turut menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat melalui program yang menyasar tiga kelompok prioritas, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dukungan tersebut telah diintegrasikan dengan sasaran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelaksanaannya telah dikoordinasikan.

“Harapan kita ke depan ini stunting bisa dicegah. Dari para remaja bagaimana meminum konsumsi tablet tambah darah. Begitu juga dari ibu hamil yang memeriksakan kesehatan, juga asupan gizi,” harapnya.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIREBON

    Orang Tua Sering Puas dengan Anak Patuh, Lupa Bangun Motivasi dari Dalam

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Orang Tua Sering Puas dengan Anak Patuh, Lupa Bangun Motivasi dari Dalam | Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pengasuhan anak tidak bisa lagi berhenti pada sekadar membiasakan ketaatan. Orang tua dituntut untuk mampu menumbuhkan kompetensi sekaligus motivasi beragama yang tumbuh dari kesadaran anak sendiri. Isu inilah yang mendorong Smart Auladi Group […]

  • cirebon-kabupaten

    Wabup Cirebon Hadiri Sosialisasi Inpres Jalan Daerah, Dorong Skema Pembiayaan Kreatif

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Wabup Cirebon Hadiri Sosialisasi Inpres Jalan Daerah, Dorong Skema Pembiayaan Kreatif | Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman hadir dalam acara strategis Sosialisasi Penanganan Jalan Daerah yang digelar di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). Kehadiran pejabat dari Kabupaten Cirebon ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung […]

  • cirebon-kampus

    KPM UI Bunga Bangsa Cirebon Usung AI dan Kearifan Lokal untuk Bangun Desa Berdampak, 465 Mahasiswa Diterjunkan ke 33 Desa

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – KPM UI Bunga Bangsa Cirebon Usung AI dan Kearifan Lokal untuk Bangun Desa Berdampak, 465 Mahasiswa Diterjunkan ke 33 Desa | Universitas Islam (UI) Bunga Bangsa Cirebon resmi melepas 465 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan program magang Tahun 2026 untuk mengabdi di 33 desa yang tersebar di Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten […]

  • cirebon-metropolitan

    Jadi yang Terbaik di Cirebon, Siswa SMP Muhammadiyah 2 lolos Ajang MHQ Jawa Barat

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Jadi yang Terbaik di Cirebon, Siswa SMP Muhammadiyah 2 lolos Ajang MHQ Jawa Barat – Senyum bangga terukir dari seluruh civitas SMP Muhammadiyah 2 Cirebon. Pasalnya, salah satu peserta didiknya yang bernama Ahmad Yahya menorehkan prestasi yang membanggakan dengan berhasil meraih Juara 1 PENTAS PAI dalam Cabang Lomba MHQ PUTRA Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun […]

  • swiss-belhotel-cirebon

    Adakan Lomba Keagamaan Menyambut Ramadhan Di Swiss-Belhotel Cirebon

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Sambut Ramadhan, Swiss-Belhotel Cirebon Adakan Lomba Keagamaan – Bulan suci Ramadhan telah tiba, bulan yang dirindukan umat muslim di dunia. Swiss-Belhotel Cirebon, sebagai salah satu hotel bintang 4 yang lokasinya berada di pusat Kota Cirebon, turut ingin menyambut bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya adalah rangkaian kegiatan lomba dengan tajuk “Menggapai Lentera […]

  • cirebon-hotel

    Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Set Menu Imlek 2026 Bernuansa Autentik

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Set Menu Imlek 2026 Bernuansa Autentik | Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Swiss-Belhotel Cirebon menghadirkan Set Menu Imlek spesial yang dirancang untuk merayakan kebersamaan dalam suasana hangat dan penuh makna. Mengusung konsep kuliner bercita rasa autentik, rangkaian menu ini menjadi pilihan ideal untuk perayaan bersama keluarga, kerabat, maupun rekan […]

expand_less