Info Terkini
light_mode
Beranda » BISNIS » Syukuran Panen Garam di Pengarengan Cirebon, Produksi 2026 Capai 3.000 Ton

Syukuran Panen Garam di Pengarengan Cirebon, Produksi 2026 Capai 3.000 Ton

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Syukuran Panen Garam di Pengarengan Cirebon, Produksi 2026 Capai 3.000 Ton | Petani garam di Blok Beda’an, Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, berharap adanya bantuan geomembran berkualitas untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mengurangi kerugian akibat kerusakan sarana produksi.

Lahan tambak garam di kawasan tersebut mencapai sekitar 200 hektare. Namun, lahan yang benar-benar produktif diperkirakan berada di kisaran 100 hingga 150 hektare. Pada musim produksi 2026, total hasil garam dari wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 ton.

banner 336x280

“Produksi tahun ini relatif stabil, sekitar 3.000 ton,” ujar salah seorang petani garam Desa Pengarengan, Warnadi, Rabu (30/9/2026).

Warnadi mengatakan, dirinya telah puluhan tahun menggarap tambak garam dengan luas sekitar 0,5 hektare. Dalam satu musim panen, lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 50 ton garam.

Menurutnya, kondisi harga garam di tingkat petani saat ini juga cukup membantu. Harga berada di kisaran Rp700 ribu per ton dan relatif stabil.

“Harga sekarang cukup stabil, mudah-mudahan hasilnya juga maksimal,” katanya.

Ia menilai produksi garam pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat terdampak kondisi kemarau basah. Stabilnya harga dan produksi menjadi harapan bagi petani agar pendapatan mereka tetap terjaga.

Meski demikian, petani masih menghadapi persoalan pada penggunaan geomembran sebagai salah satu sarana produksi. Geomembran dengan ketebalan sekitar 0,05 milimeter dinilai terlalu tipis sehingga mudah mengalami sobek dan kebocoran.

Bahkan, menurut Warnadi, geomembran tersebut dalam dua kali musim panen sudah mengalami banyak kerusakan.

“Geomembran yang tipis cepat bocor. Kami berharap ada bantuan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, petani yang memiliki modal lebih biasanya memilih membeli geomembran secara mandiri dengan ketebalan sekitar 300 mikron. Material tersebut dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik untuk menunjang proses produksi.

Selain persoalan sarana produksi, faktor cuaca juga masih menjadi tantangan bagi petani garam. Hujan yang turun meski hanya dalam waktu singkat dapat mengganggu proses produksi dan membuat petani harus menunda panen.

“Kalau hujan turun, panen terpaksa ditunda beberapa hari,” jelas Warnadi.

Penundaan panen bahkan bisa berlangsung hingga lima hari atau satu minggu, tergantung kondisi cuaca dan tingkat penguapan di lahan tambak.

Karena itu, Warnadi berharap dukungan fasilitas penunjang, khususnya bantuan geomembran dengan kualitas yang lebih baik, dapat diberikan kepada petani garam di Pengarengan.

Menurutnya, sarana produksi yang lebih kuat akan membantu petani mengurangi biaya penggantian geomembran sekaligus menjaga keberlangsungan produksi.

“Kalau harga stabil dan produksi maksimal, kesejahteraan petani tentu bisa meningkat,” pungkasnya.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIREBON

    Pemkot Cirebon Gencarkan: Gemarikan dan Restocking Perairan untuk Tingkatkan Gizi dan Kelestarian Lingkungan

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Pemkot Cirebon Gencarkan: Gemarikan dan Restocking Perairan untuk Tingkatkan Gizi dan Kelestarian Lingkungan | Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam perairan. Upaya ini diwujudkan melalui dua program strategis, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan kegiatan restocking atau penebaran benih […]

  • CIREBON

    Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Kegiatan Olahraga Terbaru: “Mat Pilates untuk Gaya Hidup Seimbang”

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Swiss-Belhotel Cirebon Hadirkan Kegiatan Olahraga Terbaru: “Mat Pilates untuk Gaya Hidup Seimbang” | Dalam upaya memperluas layanan dan fasilitas gaya hidup sehat bagi para tamu serta masyarakat Cirebon, Swiss-Belhotel Cirebon memperkenalkan kegiatan olahraga terbaru yaitu “Mat Pilates”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung gaya hidup aktif dan seimbang di tengah […]

  • cirebon-kuliner

    Semarak Ramadan Cirebon Festival 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Semarak Ramadan Cirebon Festival 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM | Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menghadirkan gelaran Festival Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di sepanjang Jalan Siliwangi, sebuah inisiatif strategis yang tidak hanya menyemarakkan bulan suci namun juga menguatkan peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dipandang sebagai peluang penting untuk menggerakkan ekonomi […]

  • cirebon

    Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari | Seorang mantan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan yang juga merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gedongan, Kabupaten Cirebon, kini berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di Desa Gagasari, Gebang, wilayah yang berbatasan langsung dengan lingkungan Ponpes Gedongan, Cirebon. […]

  • CIREBON

    Dorong Ekonomi Rakyat, Pemkab Cirebon Luncurkan Ratusan Koperasi Merah Putih

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Dorong Ekonomi Rakyat, Pemkab Cirebon Luncurkan Ratusan Koperasi Merah Putih | Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan penguatan koperasi sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis rakyat. Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat kabupaten yang digelar Selasa (5/8/2025), pemerintah daerah mendorong agar koperasi tidak lagi berjalan secara sektoral, melainkan terintegrasi dalam satu ekosistem […]

  • cirebon-metropolitan

    Dosen Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya MMelaksanakan Pengabdian Masyarakat dengan Tema “Ajarkan Senam Kaki Guna Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus”

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Tema “Ajarkan Senam Kaki Guna Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus” Dalam Pengabdian Masyarakat Dosen Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya – Rangkaian tri dharma perguruan tinggi yang melibatkan masyarakat sebagai fokus utama salah satunya adalah kegiatan Pengabdian Masyarakat. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini dengan bertemakan “Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus” adalah memberikan edukasi mengenai tips mudah senam kaki […]

expand_less