Info Terkini
light_mode
Beranda » BISNIS » Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari

Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Mantan Pekerja Migran Korea, Santri Asal Cirebon Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Broiler di Gagasari | Seorang mantan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan yang juga merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gedongan, Kabupaten Cirebon, kini berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di Desa Gagasari, Gebang, wilayah yang berbatasan langsung dengan lingkungan Ponpes Gedongan, Cirebon.

Rudi Ardianto, pemilik usaha peternakan tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya telah mengelola dua kandang ayam broiler. Setiap kandang berkapasitas sekitar 10 ribu ekor ayam.

banner 336x280

Dengan skema budidaya yang dijalankannya, Rudi mampu melakukan panen secara rutin setiap bulan melalui kerja sama kemitraan dengan perusahaan Japfa.

“Dalam satu siklus panen, dua kandang ini bisa menghasilkan hingga 20 ribu ekor ayam. Kalau dihitung, omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp40 juta dalam sekali panen,” ujar Rudi, yang juga merupakan mantan santri Ponpes Buntet. Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, usaha peternakan ayam broiler tersebut telah dirintis selama beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2018. Namun, perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan mulus.

Rudi mengakui bahwa dalam praktiknya, usaha ternak ayam broiler kerap mengalami pasang surut dan berbagai kendala, mulai dari faktor teknis pemeliharaan hingga kondisi usaha yang fluktuatif.

“Usaha ini sudah beberapa tahun saya jalani. Naik turunnya luar biasa, dan beberapa kali juga sempat mengalami kendala. Tapi alhamdulillah, sekarang bisa dikatakan sudah mulai membuahkan hasil. Dari awalnya saya hanya ternak 200 ekor, hingga alhamdulillah sudah 20 ribu ekor sekarang,” katanya.

Selain peternakan ayam broiler, dirinya juga mengaku sempat membuka usaha kedai kopi di tahun yang sama, memanfaatkan lahan sawah. Namun, karena terdampak corona, akhirnya tutup.

“Iya, dulu juga saya, menggandeng pemuda sekitar sempat membuka kedai kopi  di tahun 2029. Tapi karena dampak pandemi tahun 2023, akhirnya tutup. Dan sekarang, hanya mengandalkan peternakan ayam,” katanya.

Jerih payah dan ketekunan Rudi selama beberapa tahun dalam bidang usaha, akhirnya membuahkan hasil positif.

Meski demikian, ia mengaku masih mempertanyakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, terhadap pelaku usaha peternakan mandiri seperti dirinya.

Rudi menuturkan, dirinya sudah beberapa kali ditawari berbagai program dari pemerintah daerah hingga pusat.

Bahkan, tawaran tersebut sempat disampaikan dalam momentum kunjungan seorang menteri ke Ponpes Gedongan beberapa bulan lalu.

Namun hingga kini, saat dikonfirmasi terkait realisasi bantuan atau bentuk apresiasi tersebut, Rudi mengaku belum pernah menerimanya.

“Kalau ada program pemerintah ya syukur, kalau tidak ya sudah saja. Lagi pula sekarang alhamdulillah usaha ternak saya berjalan. Meskipun sudah beberapa kali dijanjikan program pemerintah,” ucapnya.

Saat ini, Rudi memilih untuk tetap fokus mengembangkan usaha peternakan ayam broiler yang telah dirintisnya. Ia berharap, usahanya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, baik bagi dirinya secara pribadi maupun bagi masyarakat sekitar.

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • cirebon-lingkungan

    Aliansi Masyarakat Cirebon Timur Bersatu Dorong Kepatuhan Perizinan Lingkungan Demi Mewujudkan Investasi yang Berkelanjutan

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Aliansi Masyarakat Cirebon Timur Bersatu Dorong Kepatuhan Perizinan Lingkungan Demi Mewujudkan Investasi yang Berkelanjutan | Aliansi Masyarakat Cirebon Timur Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan di wilayah Cirebon Timur. Salah satu aspek yang menjadi perhatian organisasi adalah pentingnya kepatuhan setiap perusahaan terhadap seluruh ketentuan perizinan […]

  • SMK Muhammadiyah Lemahabang Lepas 565 Lulusan, Tekankan Kesiapan Kerja dan Karakter

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Lepas 565 Lulusan, Tekankan Kesiapan Kerja dan Karakter

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – SMK Muhammadiyah Lemahabang secara resmi melepas 565 siswa kelas XII melalui kegiatan pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL), Senin (4/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan mengusung tema “Generasi Mandiri, Berakhlak Mulia & Inovatif”. Senin (4/5/2026). Ratusan siswa yang dilepas berasal dari tiga kompetensi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik […]

  • CIREBON

    Orang Tua Sering Puas dengan Anak Patuh, Lupa Bangun Motivasi dari Dalam

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Orang Tua Sering Puas dengan Anak Patuh, Lupa Bangun Motivasi dari Dalam | Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pengasuhan anak tidak bisa lagi berhenti pada sekadar membiasakan ketaatan. Orang tua dituntut untuk mampu menumbuhkan kompetensi sekaligus motivasi beragama yang tumbuh dari kesadaran anak sendiri. Isu inilah yang mendorong Smart Auladi Group […]

  • cirebon-sosial

    Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, 60 Ribu Paket Buka Puasa Dibagikan

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Warteg Gratis Alfamart 2026 hadir di 34 Kota, libatkan 102 UMKM untuk bagikan 60 ribu paket berbuka puasa – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Alfamart kembali menghadirkan program sosial tahunan Warteg Gratis Ramadan 2026. | Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Alfamart kembali menghadirkan program sosial tahunan Warteg Gratis Ramadan 2026 yang menyasar […]

  • cirebon-nu

    Zakat Pakai Standar Emas 14 Karat? LBM PWNU Jabar Tegaskan: Tidak Tepat Secara Syariat

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Zakat Pakai Standar Emas 14 Karat? LBM PWNU Jabar Tegaskan: Tidak Tepat Secara Syariat | Menanggapi zakat profesi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menggunakan standar emas 14 karat, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Barat (Jabar) menyebut, penentuan standar tersebut tidaklah tepat secara syariat. Hal itu mengemuka dari hasil kajian Bahtsul […]

  • cirebon-metropolitan

    Keberkahan Ramadhan bersama Swiss-Belhotel Cirebon di ”Dapoer Ramadhan Berkah’’

    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Keberkahan Ramadhan bersama Swiss-Belhotel Cirebon di ”Dapoer Ramadhan Berkah’’ | Cirebon – Swiss-Belhotel Cirebon menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa bertajuk Dapoer Ramadhan Berkah. Dalam rangka merayakan bulan penuh berkah ini, Swiss-Belhotel Cirebon menyajikan hidangan buffet Iftar yang lezat dan istimewa, mengusung konsep yang mengedepankan kehangatan kebersamaan serta […]

expand_less