RSUD Waled Tancap Gas: Layanan Jantung Terpadu hingga Spesialis Fetomaternal Jadi Andalan Baru di Cirebon Timur
- visibility 22

CIREBON
CIREBONMETROPOLITAN.COM – RSUD Waled Tancap Gas: Layanan Jantung Terpadu hingga Spesialis Fetomaternal Jadi Andalan Baru di Cirebon Timur | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled terus berbenah dan memperkuat diri sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Cirebon Timur.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp, KFM, berbagai inovasi layanan mulai dari penanganan jantung terpadu hingga spesialis kebidanan fetomaternal kini dikembangkan secara serius.
Langkah ini bukan tanpa arah. RSUD Waled disebut menjadi salah satu rumah sakit pemerintah yang “dikunci” untuk menjalankan program prioritas nasional di bidang kesehatan. Artinya, seluruh pengembangan layanan kini memiliki peta jalan yang jelas dan terukur.
“Setiap langkah sekarang acuannya sudah jelas. Mau dikembangkan ke mana, kita sudah punya arah. Ini bagian dari proses panjang yang kita bangun sejak lama,” ujar dr. Deni. Jum’at (27/3/2026)
Penguatan layanan di RSUD Waled tidak hanya bertumpu pada alat dan bangunan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM). dr. Deni menegaskan, pengembangan SDM menjadi fondasi utama sejak awal berdirinya rumah sakit tersebut.
Ia membagi perjalanan RSUD Waled dalam beberapa fase. Periode 2000–2010 menjadi masa pembangunan awal, terutama dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan, bahkan hingga ke luar negeri.

Memasuki 2010–2020, RSUD Waled masuk fase kedua dengan fokus pada penguatan kompetensi lanjutan tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan subspesialis.
“Sekarang kita masuk fase berikutnya. SDM terus berputar. Ada yang sedang sekolah, ada yang sudah kembali, lalu ada lagi yang berangkat. Ini proses berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu terobosan besar yang sedang dikejar adalah pengembangan Pelayanan Jantung Terpadu (PJT). Layanan ini nantinya mencakup seluruh spektrum penanganan penyakit jantung, mulai dari tindakan darurat, intervensi, hingga operasi bedah jantung.
RSUD Waled bahkan menargetkan layanan ini mulai berjalan optimal dalam waktu dekat, seiring dengan kesiapan SDM dan alat kesehatan.
“Ke depan, semua penanganan jantung terintegrasi di sini. Dari pasien datang dalam kondisi darurat sampai tindakan operasi, semuanya bisa dilakukan di RSUD Waled,” tegas dr. Deni.
dr Deni mengklaim bahwa layanan PJT di wilayah tiga Cirebon hanya ada di RSUD Waled. Layanan tersebut akan diluncurkan bulan Juni 2026.
“Kami tinggal menunggu alatnya, dan kemudian akan luncurkan pada bulan Juni,” jelasnya.
Tak hanya itu, rumah sakit ini juga tengah mengembangkan layanan cath lab yang mampu menangani penyumbatan pembuluh darah, baik pada jantung maupun otak tanpa harus melalui operasi besar.
Teknologi ini memungkinkan tindakan medis dilakukan dengan metode minimal invasif, yang lebih cepat dan aman bagi pasien.
Selain jantung, RSUD Waled juga memperkuat layanan di bidang kebidanan dan kandungan, khususnya spesialisasi fetomaternal. Layanan ini fokus pada penanganan kehamilan berisiko tinggi serta kelainan pada ibu dan janin.
Deni, yang juga merupakan dokter subspesialis fetomaternal, menyebut layanan ini menjadi salah satu keunggulan yang terus didorong.
“Ini bagian dari unggulan kami. Penanganan kasus-kasus kompleks pada ibu dan janin bisa dilakukan di sini,” ujarnya.
Tak heran, RSUD Waled kerap menjadi rujukan sekaligus tempat pelatihan tenaga kesehatan dari berbagai daerah.
Dari sisi infrastruktur, RSUD Waled masih memiliki cadangan lahan sekitar 2,7 hektare yang disiapkan untuk pengembangan layanan ke depan.
Meski begitu, dr. Deni mengakui masih ada sejumlah bangunan lama yang perlu direvitalisasi agar memenuhi standar terbaru, termasuk standar pelayanan BPJS Kesehatan terkait jarak tempat tidur pasien.
“Kami sedang mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah daerah dan provinsi untuk pengembangan gedung dan ruang perawatan,” katanya.
Dengan berbagai pengembangan yang dilakukan, RSUD Waled menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Cirebon, bahkan Jawa Barat.
Kombinasi antara SDM unggul, layanan spesialis lengkap, serta dukungan teknologi modern menjadi modal kuat untuk mencapai target tersebut.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat. Semua layanan unggulan bisa diakses di RSUD Waled,” tutup dr. Deni.
Langkah progresif ini menjadi sinyal kuat bahwa RSUD Waled bukan sekadar rumah sakit daerah, melainkan institusi kesehatan yang siap bersaing dan menjadi andalan masyarakat.
Baca Juga :
Arus Balik di Tol Kanci-Pejagan Masih Padat, SMR Tekankan Disiplin Pengendara
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







