Stok Beras Bulog Cirebon Dipastikan Aman hingga Idul Fitri 2026
- visibility 40

CIREBONMETROPOLITAN.COM – Stok Beras Bulog Cirebon Dipastikan Aman hingga Idul Fitri 2026 | Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan beras di wilayah Cirebon dan sekitarnya dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hingga akhir Desember 2025, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cirebon tercatat mencapai sekitar 153.220 ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan konsumsi masyarakat serta mengantisipasi potensi lonjakan permintaan pada momen hari besar keagamaan.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pemantauan pasar secara rutin dan pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) bersama instansi terkait di sejumlah pasar tradisional.
“Stok beras kami dalam kondisi aman dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan. Selama Nataru hingga Lebaran 2026, pasokan beras di wilayah Cirebon tidak ada kendala,” ujarnya.
Sidak pasar yang dilakukan Bulog menyasar sejumlah pasar utama, di antaranya Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, Pasar Perumnas, dan Pasar Kalitanjung. Selain memantau ketersediaan barang, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan harga beras tetap berada dalam kisaran wajar.
Berdasarkan data harga di Kota Cirebon per 25 Desember 2025, harga beras medium berada pada kisaran Rp13.667 hingga Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium dijual sekitar Rp15.300 hingga Rp15.667 per kilogram.
Harga tersebut dinilai relatif stabil meski terdapat fluktuasi menjelang akhir tahun.
Sejumlah pedagang beras mengaku pasokan dari Bulog dan hasil panen petani lokal cukup membantu menjaga ketersediaan beras di pasar. Meski demikian, mereka mengakui harga di tingkat konsumen masih bergerak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga dan pasokan pangan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan monitoring dilakukan setiap hari melalui sistem E-TUKU.
“Jika terjadi lonjakan harga yang cukup lama, TPID bersama Bank Indonesia akan melakukan intervensi, salah satunya melalui operasi pasar,” kata Iing.
Ia menegaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang hari besar keagamaan merupakan dinamika pasar yang masih dalam batas wajar.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap berbelanja secara bijak.
Sebagai upaya menjaga stabilitas, Pemkot Cirebon juga memperkuat kerja sama antar daerah di wilayah Ciayumajakuning untuk memastikan pasokan pangan strategis tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan.
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







