KPM UI Bunga Bangsa Cirebon Usung AI dan Kearifan Lokal untuk Bangun Desa Berdampak, 465 Mahasiswa Diterjunkan ke 33 Desa

cirebon kampus
CIREBONMETROPOLITAN.COM – KPM UI Bunga Bangsa Cirebon Usung AI dan Kearifan Lokal untuk Bangun Desa Berdampak, 465 Mahasiswa Diterjunkan ke 33 Desa | Universitas Islam (UI) Bunga Bangsa Cirebon resmi melepas 465 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan program magang Tahun 2026 untuk mengabdi di 33 desa yang tersebar di Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga Kota Malang.
Pada pelaksanaan KPM tahun ini, UI Bunga Bangsa Cirebon mengangkat tema “Transformasi Artificial Intelligence, Ekoteologi, dan Kearifan Budaya Lokal dalam Desa yang Berdampak”. Tema tersebut menjadi langkah inovatif kampus dalam mendorong mahasiswa menghadirkan program pengabdian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Rektor UI Bunga Bangsa Cirebon, Dr. H. Oman Fathurohman, M.A., mengatakan mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama 40 hari dengan membawa berbagai program yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), perlu mulai diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu sarana meningkatkan produktivitas, memperkuat pelayanan, serta mengembangkan potensi desa di era digital.
“KPM tahun ini tidak hanya mengajarkan mahasiswa untuk mengabdi, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi inovatif melalui pemanfaatan teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Oman juga menyampaikan kebijakan baru terkait pelaksanaan KPM. Ia meminta seluruh posko atau sekretariat KPM tidak lagi ditempatkan di kantor desa, melainkan di kantor Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial, keagamaan, pendidikan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selain mengenalkan pemanfaatan AI, mahasiswa juga didorong membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan di desa, mulai dari pengelolaan sampah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program-program yang selaras dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Ketua Pelaksana KPM 2026 yang juga Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Mia Nurislamiah, M.Sos., menjelaskan sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian seluruh peserta telah mengikuti lokakarya sebagai bekal dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan agar setiap program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan.
“Kami ingin mahasiswa benar-benar memahami kondisi masyarakat sehingga program yang dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Pelepasan mahasiswa KPM juga dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Sukana, yang mewakili Bupati Cirebon.
Dalam sambutannya, Sukana menyampaikan apresiasi atas konsistensi UI Bunga Bangsa Cirebon dalam mendukung program pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Ia menilai kampus tersebut setiap tahun menghadirkan tema-tema yang visioner dan relevan dengan perkembangan zaman sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang inovatif sekaligus peduli terhadap persoalan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi pelaksanaan KPM UI Bunga Bangsa Cirebon karena selama ini mampu memberikan kontribusi positif bagi desa. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi sekaligus menginspirasi masyarakat,” katanya.
Melalui KPM 2026, UI Bunga Bangsa Cirebon berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan memadukan pemanfaatan Artificial Intelligence, pendekatan ekoteologi, dan pelestarian kearifan budaya lokal, KPM diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







