Kunjungan Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman Budaya
- visibility 11

CIREBON
CIREBONMETROPOLITAN.COM – Kunjungan Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman Budaya | Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon dan Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Cirebon. Sabtu (4/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya penguatan ekosistem kebudayaan daerah dan percepatan transformasi infrastruktur budaya berbasis kearifan lokal.
Dalam kunjungannya, Menteri Kebudayaan didampingi oleh jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan, termasuk Staf Khusus Menteri, Annisa Rengganis.
Turut mendampingi pula Wali Kota Cirebon, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto.

Mereka secara langsung mengikuti peninjauan lapangan serta pembahasan strategis terkait pengembangan kebudayaan di Kota Cirebon.
Dalam kunjungannya ke Keraton Kasepuhan, Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya penguatan peran keraton sebagai pusat kebudayaan hidup yang memiliki nilai historis, simbolik, sekaligus strategis dalam membangun identitas bangsa.
Keraton dinilai sebagai ruang produksi makna yang relevan dengan tantangan masa kini.
Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan mendorong langkah-langkah konkret dalam pembenahan tata kelola, konservasi warisan budaya, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita ingin keraton tetap menjadi sumber inspirasi dan pusat pembelajaran lintas generasi. Penguatan kelembagaan dan keterbukaan terhadap inovasi menjadi kunci agar warisan ini terus hidup dan berdampak,” ujar Fadli Zon.
Selanjutnya, Menteri Kebudayaan meninjau Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang yang direncanakan akan bertransformasi menjadi Taman Budaya.
Transformasi ini merupakan bagian dari strategi kebudayaan dalam menghadirkan ruang-ruang kreatif yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi para pelaku seni dan masyarakat luas.
Taman Budaya yang akan dikembangkan di lokasi tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas seni pertunjukan, pameran, residensi seniman, serta edukasi budaya yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi dan industri kreatif.
Dengan pendekatan ini, ruang kesenian tidak lagi bersifat eksklusif, melainkan terbuka dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Menteri Kebudayaan menekankan bahwa pengembangan taman budaya harus berbasis pada lokalitas dan watak Cirebon yang memiliki kemampuan mengelola berbagai anasir budaya.
Nilai-nilai hibriditas budaya Cirebon menjadi kekuatan utama dalam merancang program-program yang inovatif dan berdaya saing.
“Selain sebagai panggung ekspresi, Taman Budaya harus juga menjadi ruang tumbuh bagi gagasan, eksperimen, dan kolaborasi. Cirebon memiliki modal budaya yang sangat kuat untuk itu,” ungkapnya.
Kunjungan ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur kebudayaan dengan pendekatan menyeluruh, terutama menghubungkan pelestarian warisan dengan pengembangan kreativitas kontemporer.
Sinergi antara keraton sebagai pusat tradisi dan taman budaya sebagai ruang inovasi, diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan yang dinamis dan berkelanjutan.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri yang akrab disapa Nissa menilai bahwa kunjungan Menteri Kebudayaan ke Cirebon merupakan bentuk komitmen Kementerian Kebudayaan terhadap agenda-agenda pemajuan kebudayaan sebagaimana amanat Undang-Undang.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan tersebut adalah implementasi dari sekian banyak gagasan di Cirebon yang selama ini hanya terhenti di ruang diskusi.
“Kementerian Kebudayaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola situs budaya, pihak swasta, serta komunitas seni untuk memastikan implementasi program berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga :
SPPG Pangenan Ender Perketat Standar Higienitas Dapur MBG
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN







