Breaking News
light_mode
Beranda » PENDIDIKAN » Antara Kasih Sayang dan Ketegasan: Refleksi Pemerhati Pendidikan atas Kasus Guru di Lebak

Antara Kasih Sayang dan Ketegasan: Refleksi Pemerhati Pendidikan atas Kasus Guru di Lebak

  • visibility 123
banner 468x60

CIREBONMETROPOLITAN – Antara Kasih Sayang dan Ketegasan: Refleksi Pemerhati Pendidikan atas Kasus Guru di Lebak | Pemerhati pendidikan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Akmala Sabila, Dr. KH. Muhamad Habib Khaerussani, M.Pd., menyoroti peristiwa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempat viral karena seorang kepala sekolah menampar siswanya yang kedapatan merokok di area sekolah.

Menurut Habib, peristiwa itu tak bisa dilihat hitam putih. Ia menilai, di balik tamparan seorang guru, bisa tersimpan niat mendidik yang lahir dari rasa tanggung jawab moral terhadap masa depan siswanya.

banner 336x280

“Saya tidak membenarkan kekerasan. Tapi kita juga jangan terburu-buru menuduh setiap tindakan keras sebagai bentuk kekerasan fisik. Kadang, tamparan itu bukan karena benci, tapi karena cinta yang kecewa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10/2025).

Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Laboratorium Moral
Habib menegaskan, sekolah sejatinya bukan hanya ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi laboratorium moral tempat anak belajar membedakan benar dan salah.

Ia menilai, tindakan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitri, yang menegur siswa berinisial ILP karena merokok, sebenarnya lahir dari keinginan menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Hanya saja, cara penyampaiannya perlu terus disempurnakan agar tidak menimbulkan salah tafsir.

“Guru itu bukan sekadar pengajar, tapi murabbi — pembimbing jiwa. Menegur murid yang melanggar aturan adalah bagian dari mendidik karakter. Hanya saja, zaman sekarang sensitif. Satu tamparan bisa viral, satu kata ‘goblok’ bisa dipotong dari konteks,” katanya.

Antara Ketegasan dan Kekerasan
Menurutnya, publik perlu membedakan antara kekerasan dan ketegasan.
Kekerasan lahir dari amarah, sementara ketegasan lahir dari kasih sayang yang ingin memperbaiki.

“Guru menegur murid yang salah bukan karena ingin mempermalukan, tapi karena ingin menyelamatkan masa depannya. Namun, guru pun manusia. Kadang khilaf, kadang lelah. Maka refleksi dan mediasi sangat penting,” tutur Habib.

Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Banten Andra Soni yang mempertemukan Kepala Sekolah dan siswanya untuk berdamai. Menurutnya, proses saling memaafkan itu justru menjadi bagian penting dari pendidikan karakter — bagi murid maupun guru.

Pendidikan Harus Seimbang: Cinta dan Ketegasan
Buya Habib melihat, kasus di SMAN 1 Cimarga mencerminkan tantangan besar dunia pendidikan Indonesia: menjaga keseimbangan antara pendekatan humanis dan penegakan disiplin.

“Kita ingin pendidikan yang ramah anak, tapi juga tetap berwibawa. Jangan sampai sekolah kehilangan otoritasnya karena takut salah menegur. Namun cara menegur juga harus penuh hikmah — bukan tangan yang menampar, tapi kata yang menampar kesadaran,” jelasnya.

Menurutnya, guru perlu didukung untuk mendidik dengan hati, sementara murid juga harus belajar menghargai ketegasan sebagai bagian dari proses tumbuh.

Habib menilai, penyelesaian damai antara Kepala Sekolah dan siswa di Lebak menjadi contoh baik bahwa pendidikan tidak selalu tentang siapa yang salah, tetapi bagaimana memperbaiki yang salah dengan hati.

“Pendidikan sejati adalah keseimbangan antara cinta dan ketegasan. Di tangan guru yang bijak, bahkan tamparan pun bisa menjadi pelukan — pelukan yang membangunkan kesadaran, bukan menyakiti perasaan,” pungkasnya. (*)

banner 336x280
  • Penulis: CIREBON METROPOLITAN

Rekomendasi Untuk Anda

  • cirebon-metropolitan

    Ustadz Cahyadi Takariawan Penulis Nasional Beri Motivasi di Acara Silaturahim dan Launching Komunitas Literasi Santri “Dilapetang”

    • visibility 173
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Ustadz Cahyadi Takariawan Penulis Nasional Beri Motivasi di Acara Silaturahim dan Launching Komunitas Literasi Santri “Dilapetang” –  SMP IT-MA Pesantren al-Quran di Kayuwalang, Kota Cirebon, Jawa Barat, mengadakan acara silaturahim sekaligus launching Komunitas Literasi Santri “Dilapetang.” Acara ini dihadiri oleh banyak kalangan, termasuk tokoh-tokoh literasi dan santri-santri dari pesantren tersebut. Ustadz Agus Talik, M.Pd., […]

  • CIREBON

    Swiss-Belhotel Cirebon Sambut Liburan Sekolah dengan Hadirkan ‘’School Holiday Package’’ yang Penuh Keceriaan

    • visibility 131
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Swiss-Belhotel Cirebon Sambut Liburan Sekolah dengan Hadirkan ‘’School Holiday Package’’ yang Penuh Keceriaan | Menyambut liburan sekolah, Swiss-Belhotel Cirebon menghadirkan pengalaman menginap yang seru dan penuh keceriaan untuk seluruh keluarga melalui program spesial School Holiday dan paket kamar spesial selama periode liburan, yaitu seharga mulai dari Rp 900.000 nett/malam, termasuk 1 malam menginap […]

  • cirebon-metropolitan

    Cirebon Menuju Kota Wisata Terbaik di Jawa Barat: Potensi dan Harapan Besar Gubernur Dedi Mulyadi

    • visibility 229
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Cirebon Menuju Kota Wisata Terbaik di Jawa Barat: Potensi dan Harapan Besar Gubernur Dedi Mulyadi | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, menunjukkan keyakinan besar bahwa Kabupaten Cirebon memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia. Bahkan, ia menyebut bahwa Cirebon dapat menjadi “Yogyakartanya” Jawa […]

  • Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur

    Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur

    • visibility 92
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – Hilal Tak Tampak di Langit Cirebon, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Mundur | Pemantauan hilal penentu awal Ramadan 1447 Hijriah di pesisir Pantai Baro Gebang, Kabupaten Cirebon, Selasa (17/2/2026), menunjukkan hasil nihil… Secara astronomis, posisi bulan sabit muda berada di bawah ufuk barat, sehingga mustahil terlihat saat matahari terbenam. Kepala Badan Hisab Rukyat […]

  • SMK Muhammadiyah Lemahabang Lepas 565 Lulusan, Tekankan Kesiapan Kerja dan Karakter

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Lepas 565 Lulusan, Tekankan Kesiapan Kerja dan Karakter

    • visibility 61
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM – SMK Muhammadiyah Lemahabang secara resmi melepas 565 siswa kelas XII melalui kegiatan pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL), Senin (4/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan mengusung tema “Generasi Mandiri, Berakhlak Mulia & Inovatif”. Senin (4/5/2026). Ratusan siswa yang dilepas berasal dari tiga kompetensi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik […]

  • Mahasiswa KKN IPB Memajukan Potensi Lokal Kelurahan Gegunung Dengan Menghadirkan Solusi Inovatif

    Mahasiswa KKN IPB Memajukan Potensi Lokal Kelurahan Gegunung Dengan Menghadirkan Solusi Inovatif

    • visibility 204
    • 0Komentar
    banner 468x60

    CIREBONMETROPOLITAN.COM | Mahasiswa KKN IPB Hadir dengan Solusi Inovatif untuk Memajukan Potensi Lokal Kelurahan Gegunung – Kuliah Kerja Nyata Tematik Institut Pertanian Bogor (KKN-Tematik IPB) adalah suatu bentuk pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor dengan tujuan menerapkan salah satu fungsi utama perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan bersosial. Kuliah […]

expand_less