KDM Siapkan Revolusi Angkot di Jawa Barat, Gandeng Insinyur Indonesia Atasi Kemacetan dan Banjir

CIREBON
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBONMETROPOLITAN.COM – KDM Siapkan Revolusi Angkot di Jawa Barat, Gandeng Insinyur Indonesia Atasi Kemacetan dan Banjir | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menggagas pembenahan besar-besaran terhadap sistem transportasi umum di Jawa Barat. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah rencana mengganti angkutan kota (angkot) yang sudah tua dengan kendaraan modern, ramah lingkungan, dan lebih nyaman bagi masyarakat.
Gagasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam kegiatan 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Bandung, Selasa (20/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, KDM mengajak para insinyur Indonesia untuk terlibat langsung menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama kemacetan, banjir, penataan transportasi, dan permasalahan lingkungan.

Menurutnya, keahlian para insinyur tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan proyek berskala besar, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan sehari-hari yang dirasakan masyarakat.
KDM Soroti Kemacetan dan Transportasi Umum yang Belum Tertata
Dedi Mulyadi menilai bahwa kemacetan di sejumlah wilayah Jawa Barat berkaitan erat dengan sistem transportasi publik yang belum tertata secara optimal.
Kondisi tersebut membutuhkan pembenahan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan angkutan umum, kualitas kendaraan, dan kesejahteraan pengemudi.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melakukan modernisasi angkutan kota dengan menghadirkan kendaraan baru yang lebih ramah lingkungan dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Transportasi publik masa depan, menurut gagasan KDM, perlu memperhatikan kenyamanan seluruh kelompok pengguna, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Tidak hanya itu, pembaruan sistem angkutan umum juga diharapkan mampu menciptakan pengelolaan transportasi yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan para sopir.
Angkot Modern dan Ramah Lingkungan Jadi Perhatian
Rencana modernisasi angkot menjadi salah satu pembahasan penting dalam upaya pembenahan transportasi Jawa Barat.
KDM menginginkan adanya perubahan sistem yang memungkinkan pengemudi memperoleh manfaat ekonomi lebih baik, tanpa terus terbebani pola pengelolaan angkutan yang merugikan mereka.
Dengan demikian, pembaruan angkutan umum tidak sekadar mengganti kendaraan lama dengan kendaraan baru, tetapi juga mencakup perubahan tata kelola dan model usaha transportasi.
Gagasan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Persatuan Insinyur Indonesia untuk mencari pendekatan teknis yang tepat.
Keterlibatan para insinyur diharapkan dapat menghasilkan rancangan transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat.
PII Dukung Elektrifikasi Angkot dan Kesejahteraan Sopir
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dalam pengembangan sektor transportasi.
Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah penggunaan teknologi kendaraan listrik atau elektrifikasi angkutan kota.
Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain perubahan teknologi kendaraan, PII juga menyoroti pentingnya mempertahankan lapangan pekerjaan bagi para pengemudi angkot.
Dalam konsep yang disampaikan Ilham, pengemudi diharapkan dapat memiliki kendaraan sendiri dan menjalankan kegiatan transportasi dengan pendekatan usaha mandiri seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Model tersebut membuka peluang perubahan hubungan ekonomi antara pengemudi dan pengelola angkutan umum, sehingga pengemudi dapat memperoleh kemandirian usaha yang lebih besar.
Namun, konsep tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diwujudkan dalam kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
KDM Ingatkan Insinyur agar Tidak Mengabaikan Kode Etik
Selain membahas transportasi dan lingkungan, Dedi Mulyadi memberikan perhatian serius terhadap tanggung jawab profesional para insinyur.
Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan rekayasa teknik harus dilaksanakan berdasarkan kompetensi, ketelitian, dan kepatuhan terhadap kode etik profesi.
Kesalahan dalam perencanaan, pelaksanaan teknis, maupun pengelolaan proyek dapat menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Karena itu, KDM mendorong penguatan peran lembaga etik profesi untuk memastikan adanya pertanggungjawaban terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga profesional.
Ia juga menyinggung kemungkinan pemberian sanksi secara bertingkat, mulai dari sanksi ringan hingga sanksi berat berupa pembatasan kesempatan bekerja di sektor terkait bagi pelanggar kode etik.
Menurut KDM, profesi insinyur harus menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
Penegakan etika profesi menjadi penting karena hasil pekerjaan teknik sering kali berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat luas.
Kolaborasi Pemerintah dan Insinyur Diharapkan Hadirkan Solusi Nyata
Ajakan Dedi Mulyadi kepada para insinyur Indonesia menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan profesional dalam menangani persoalan perkotaan.
Kemacetan, banjir, dan permasalahan lingkungan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi serta didukung perencanaan teknis yang matang.
Dalam sektor transportasi, modernisasi angkot berpotensi menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik apabila didukung kesiapan infrastruktur, sistem operasional, pembiayaan, dan kebijakan yang tepat.
Sementara itu, keterlibatan insinyur dalam penanganan banjir dan persoalan lingkungan dapat membantu pemerintah mengembangkan solusi berbasis kajian teknis dan kebutuhan wilayah.
Meski demikian, gagasan yang disampaikan dalam forum CAFEO 44 tersebut masih memerlukan tindak lanjut untuk menentukan bentuk kerja sama dan langkah pelaksanaannya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Persatuan Insinyur Indonesia, diharapkan muncul berbagai inovasi yang tidak hanya menjawab tantangan pembangunan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Modernisasi transportasi Jawa Barat kini menjadi salah satu gagasan penting yang didorong KDM. Jika dapat direalisasikan, pembenahan angkot dan penguatan peran insinyur berpeluang membawa perubahan terhadap kualitas transportasi publik, kesejahteraan pengemudi, serta pengelolaan lingkungan di Jawa Barat.
- Penulis: CIREBON METROPOLITAN




